<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IKOHI &#187; Kampanye</title>
	<atom:link href="http://ikohi.org/index.php/category/fokus-isu/kampanye/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikohi.org</link>
	<description>Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Feb 2026 05:36:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Pidato Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI pada Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2024/09/14/pidato-dirjen-kebudayaan-kemendikbudristek-ri-pada-peringatan-hari-anti-penghilangan-paksa/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2024/09/14/pidato-dirjen-kebudayaan-kemendikbudristek-ri-pada-peringatan-hari-anti-penghilangan-paksa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 02:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[hari penghilangan paksa sedunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Mengabadikan perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui monumen adalah cara penting untuk menjaga ingatan kolektif kita sebagai bangsa. Melalui monumen, kita mengingat kembali peristiwa kelam masa lalu agar tetap hidup dalam benak publik dan menjadi pengingat untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Pada peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional, 30 Agustus, kita diingatkan akan pentingnya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mengabadikan perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui monumen adalah cara penting untuk menjaga ingatan kolektif kita sebagai bangsa. Melalui monumen, kita mengingat kembali peristiwa kelam masa lalu agar tetap hidup dalam benak publik dan menjadi pengingat untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Pada peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional, 30 Agustus, kita diingatkan akan pentingnya mengenang perjuangan melawan pelanggaran HAM dan penghilangan paksa yang pernah terjadi. Memorialisasi ini bukan hanya upaya untuk mengenang, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar selalu waspada dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Mendirikan monumen memiliki peran penting dalam memulihkan martabat para korban pelanggaran HAM. Monumen menjadi bentuk pengakuan atas penderitaan yang mereka alami, yang tak boleh dilupakan oleh sejarah. Pengakuan ini bukan hanya bersifat material, tetapi juga memiliki dimensi moral dan emosional yang menjadi bagian dari pemenuhan hak korban atas pemulihan dan penghormatan terhadap martabat mereka. Melalui memorialisasi, kita mengakui bahwa kisah para korban adalah bagian penting dari sejarah kita, dan pengakuan ini merupakan langkah penting dalam menyembuhkan luka masa lalu.</p>
<p>Monumen juga memainkan peran penting dalam mengintegrasikan narasi sejarah ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketika monumen berada di ruang publik—seperti di kampus, taman kota, atau alun-alun—ia menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap perkotaan dan aktivitas warga. Narasi sejarah yang terukir di monumen tersebut tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga terus berinteraksi dengan generasi masa kini, menjadikannya tetap relevan dan berfungsi sebagai penghubung antara sejarah dan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Memorialisasi juga membangun kesadaran kritis dan reflektif terhadap budaya kita. Monumen tidak hanya menyajikan narasi heroik, tetapi juga menampilkan aspek-aspek gelap sejarah yang sering terabaikan atau dilupakan. Monumen menjadi ruang untuk merenung, berdialog, dan belajar dari sejarah, termasuk mengakui dan memahami kompleksitas perjalanan bangsa kita.</p>
<p>Selain itu, monumen dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam diskusi lebih luas tentang HAM dan keadilan. Ruang memorial sering menjadi tempat berkumpul untuk berbagi cerita, pengalaman, dan refleksi. Monumen menjadi titik temu yang memperkuat komitmen kolektif untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan, serta memperdalam pemahaman kita akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada akhirnya, monumen adalah arsip kolektif yang diwujudkan dalam bentuk fisik, simbol ingatan dan harapan yang terus hidup. Monumen menjadi bukti nyata dari upaya kita untuk melawan lupa, menjaga agar nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dalam benak kita. Melalui monumen, kita selalu diingatkan tentang masa lalu bangsa ini, dan diajak untuk membayangkan masa depan bersama yang lebih adil dan manusiawi.</p>
<p>Semoga pendirian Monumen Perjuangan Reformasi di Kampus Universitas Airlangga menjadi titik penting dalam perjuangan kita menuju keadilan sosial. Semoga monumen ini menjadi pengingat bahwa sejarah kita, meski pahit, adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hilmar Farid </strong></p>
<p>Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2024/09/14/pidato-dirjen-kebudayaan-kemendikbudristek-ri-pada-peringatan-hari-anti-penghilangan-paksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komitmen Jokowi dan Capres 2024 terkait Pemenuhan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2023/12/15/komitmen-jokowi-dan-capres-2024-terkait-pemenuhan-hak-hak-korban-pelanggaran-ham/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2023/12/15/komitmen-jokowi-dan-capres-2024-terkait-pemenuhan-hak-hak-korban-pelanggaran-ham/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 05:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Penghilangan Paksa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Rilis Media Hasil Diskusi Publik “Merangkai Jalan Konstitusional untuk Menjamin Adanya Pengungkapan Kebenaran, Keadilan, Pemulihan Hak Korban” dan Tuntutan Korban Pelanggaran HAM Berat atas Komitmen Jokowi dan Capres 2024 terkait Pemenuhan Hak-Haknya.   Jakarta, 14 Desember 2023 Tuntutan pertanggungjawaban negara untuk menyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat terus disuarakan oleh masyarakat sipil dan komunitas korban pelanggaran [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><em>Rilis Media </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Hasil Diskusi Publik “Merangkai Jalan Konstitusional untuk Menjamin Adanya Pengungkapan Kebenaran, Keadilan, Pemulihan Hak Korban” dan Tuntutan Korban Pelanggaran HAM Berat atas Komitmen Jokowi dan Capres 2024 terkait Pemenuhan Hak-Haknya.</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Jakarta, 14 Desember 2023</em></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Tuntutan pertanggungjawaban negara untuk menyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat terus disuarakan oleh masyarakat sipil dan komunitas korban pelanggaran HAM. Presiden Joko Widodo di awal tahun 2023 mengumumkan secara resmi pengakuan dan penyesalan terhadap terjadinya 12 kasus pelanggaran HAM yang berat. Pernyataan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi laporan yang disampaikan oleh Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM yang Berat Masa Lalu (Tim PPHAM), yang dibentuk oleh Presiden melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor  17/2022, pada Agustus 2022. Kemudian Presiden mengeluarkan Keppres Nomor 4/2023 tentang Tim Pemantau Pelaksanaan Rekomendasi PPHAM dan Instruksi Presiden Nomor 2/2023 tentang Pelaksanaan Rekomendasi PPHAM terhadap 19 Lembaga dan Kementerian Negara. Kebijakan tersebut hanya berfokus pada pemenuhan hak pemulihan bagi korban dari 12 kasus yang telah diselidiki oleh Komnas HAM. Data kasus lain khususnya data korban pelanggaran HAM di Aceh dari Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh tidak diakomodasi seluruhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijakan nonyudisial tersebut sesungguhnya hanya memenuhi sebagian kecil dari hak-hak korban pelanggaran HAM yang harus dipenuhi, yakni hak atas keadilan, hak atas kebenaran, juga jaminan ketidakberulangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) yang merupakan Gugus Kerja Penguatan Korban sekaligus Sekretariat Koalisi untuk Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK), aliansi yang terdiri dari 50 organisasi masyarakat sipil dan aktivis HAM yang fokus memperjuangkan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran berat HAM Masa Lalu telah mempublikasikan <em>policy paper </em>“Memastikan Keberlanjutan Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat: Merangkai Jalan Konstitusional untuk Menjamin Adanya Pengungkapan Kebenaran, Keadilan, dan Pemulihan Hak Korban”. Kertas Kebijakan ini hasil konsensus bersama yang melibatkan partisipasi anggota KKPK dari Aceh dan Papua.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tingkat lokal, dibentuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh yang bekerja sejak 2016 melalui Qanun Aceh Nomor 17 tahun 2013 tentang KKR Aceh, telah melakukan banyak upaya untuk mendokumentasi kesaksian 5200 korban, dengar kesaksian dan pendidikan publik hingga menyelesaikan laporan temuan dan rekomendasi atas peristiwa pelanggaran berat HAM selama kurun 1975 – Agustus 2005. Masthur Yahya, Ketua KKR Aceh, menyatakan bahwa dalam kurun waktu 2017-2020 KKR Aceh mendokumentasikan lebih dari lima ribu dokumentasi korban dan merekomendasikan kepada pemerintah Aceh dan pemerintah Pusat untuk menindaklanjutinya. “Rekomendasi pemulihan hak atas reparasi korban serta data korban juga telah diserahkan kepada Menkopolhukam, Mahfud MD pada Maret 2023 lalu, namun belum ada tindak lanjut lagi” ujarnya. KKR Aceh juga telah meluncurkan laporan temuan pada 12 Desember 2023 kepada pemerintah dan DPR Aceh.. Mengenai pemenuhan hak reparasi, harus dibedakan dari program bantuan sosial bagi warga masyarakat biasa. Laporan temuan dapat diakses di https://kkr.acehprov.go.id/.</p>
<p style="text-align: justify;">Wahyudi Djafar, Direktur ELSAM sekaligus penulis dokumen kertas kebijakan yang berjudul “Memastikan keberlanjutan penyelesaian pelanggaran HAM yang berat dalam <em>merangkai jalan konstitusional untuk menjamin adanya pengungkapan kebenaran, keadilan, pemulihan hak Korban” </em>menyatakan bahwa pemenuhan hak-hak korban menjadi spirit dalam advokasi terhadap kebijakan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat di masa lalu. Terkait tuntutan agar Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di tingkat nasional, masih ada peluang untuk terus dilanjutkan dengan prasyarat-prasyarat yang tersedia, baik prasyarat hukum maupun politik. Di bidang reformasi kelembagaan, masyarakat sipil juga terus melakukan advokasi untuk perbaikan kebijakan HAM di Indonesia. Ada banyak pelajaran dari banyak negara dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat yang dapat dijadikan contoh, namun tetap bersandar pada prinsip-prinsip HAM, di antaranya prinsip akuntabilitas penegakan hukum dan partisipasi korban. “Jika penyelesaian HAM berjalan lambat dan mandek, maka akan mengakibatkan berlanjutnya stigma dan fragmentasi sosial, hilangnya memori kolektif atas kejahatan negara di masa lalu, terhambatnya konsolidasi demokrasi, hingga korban dan keluarga tidak kunjung mendapatkan hak-haknya” tutur Wahyudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, menyatakan bahwa penyelesaian pelanggaran HAM berat secara bermatabat, maka bangsa Indonesia bisa bergerak maju ke depan. Pemerintah Jokowi sejak awal menyampaikan bahwa ada dua jalan melalui mekanisme yudisial dan nonyudisial. Namun faktanya terdapat keterbatasan ruang gerak secara legal dengan dibatalkannya UU KKR pasa 2006. Pada akhirnya pemerintah membuat terobosan penyelesaian melalui mekanisme nonyudisial melalui Keppres No. 17/2022 di mana ada empat poin komitmen penting, yakni pengakuan telah terjadinya 12 kasus pelanggaran HAM berat, adanya pengungkapan penyesalan atas peristiwa tersebut, pemulihan bagi para korban, dan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. “Kami tentu terus mendengar masukan dari para pihak untuk terus menyelesaikan secara menyeluruh. Sekurang-kurangnya dua hal yang perlu didorong dalam waktu dekat, yakni mendorong kembali UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi dan ratifikasi konvensi internasional anti penghilangan paksa (ICCPED),” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Irene Gayatri, PhD. (peneliti BRIN), juga menyatakan bahwa komitmen pimpinan nasional menjadi faktor penting bagi upaya penyelesaian pelanggaran HAM. Perlu adanya <em>mainstreaming</em> dan tindakan konkret deri lembaga-lembaga negara sehingga program penyelesaian tersebut terus berlanjut. Misalnya memasukkan formula penyelesaian di dalam RANHAM, penyiapan anggaran, serta penggalangan solidaritas dan dukungan publik agar agenda penyelesaian terus hidup dan berkelanjutan, termasuk siapa pun pemerintah baru hasil Pemilu 2024. Adanya KKR Aceh menjadi pembelajaran menarik sebagai upaya di tingkat lokal yang mestinya juga perlu dibuat di Papua agar berbagai persoalan pelanggaran HAM dapat diselesaikan dari berbagai tingkatan beserta kewenangan yang dimilikinya. Khusus Papua, terdapat tantangan baru dari pemekaran wilayah menjadi 6 wilayah propinsi, tambahnya. Kita perlu mengakui bahwa sifat politik yang melekat pada isu-isu HAM bersumber dari kerentanan proses demokrasi yang ditandai dengan tarik menarik kekuasaan <em>versus</em> distribusi ekonomi dan eksploitasi sumber daya. Kita juga perlu intensitas koordinasi, komunikasi, perluasan jejaring dan terutama pengarusutamaan “isu” penyelesaian pelanggaran HAM berat di ranah kebijakan yang bisa dibahas bersama antara aktor-aktor  negara dan masyarakat sipil termasuk parpol.</p>
<p style="text-align: justify;">Paian Siahaan, orang tua korban Penghilangan Paksa 1997/1998, menyampaikan bahwa dia beserta keluarga korban lainnya telah berjuang dua puluh lima tahun untuk mengetahui keberadaan dan status korban yang masih hilang. Hingga kini belum ada kemajuan mengenai keberadaan dan status para korban, apalagi penghukuman bari pelakunya. Ia merasa kecewa dengan banyaknya komentar para aktivis 1998 yang menyatakan kasus penghilangan paksa 1997/1998 telah selesai karena mendukung calon presiden pemilu 2024. Ia juga berharap proses penyelesaian pelanggaran HAM terus berlanjut ke depan. Hal senada disampaikan Ibu Maria Cornelia Sanu, Ibu korban hilang dalam kerusuhan Mei 1998, serta Wanmayetti dari keluarga korban Tanjung Priok. Walupun tetap mengapresiasi kebijakan pemenuhan pemulihan baru-baru ini namun berharap bahwa proses penyelesaian secara menyeluruh harus terus berlanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Uchikowati, korban dalam peristiwa 1965, juga berharap bahwa pelanggaran HAM berat tetap menjadi agenda negara. Ia memiliki usul bahwa kisah-kisah pelanggaran HAM dapat dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran sekolah sehingga generasi sekarang bisa mengetahui dan belajar dari peristiwa masa lalu agar generasi sekarang tidak lagi mereproduksi kekerasan lagi. Perempuan berusia 60an ini sangat mengapresiasi adanya pengakuan dan penyesalan dari negara karena pengakuan  telah diperjuangkan para korban dan keluarganya sejak dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2023/12/15/komitmen-jokowi-dan-capres-2024-terkait-pemenuhan-hak-hak-korban-pelanggaran-ham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>17 Mei 1998: Kehidupan Sehari-Hari Mulai Pulih</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/17-mei-1998-kehidupan-sehari-hari-mulai-pulih/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/17-mei-1998-kehidupan-sehari-hari-mulai-pulih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 07:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suasana yang sudah agak tenang tapi masih mencekam, orang-orang mulai beraktivitas seperti sedia kala. Setelah itu, spanduk bertuliskan &#8220;pro reformasi&#8221; dibentangkan di pelbagai penjuru kota. Penguasa tinggal menghitung hari menuju kejatuhannya. Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 17 Mei 1998. 17 Mei Kerugian Jiwa Tak Ternilai Harganya Kerugian yang dialami selama kerusuhan mencapai triliunan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam suasana yang sudah agak tenang tapi masih mencekam, orang-orang mulai beraktivitas seperti sedia kala. Setelah itu, spanduk bertuliskan &#8220;pro reformasi&#8221; dibentangkan di pelbagai penjuru kota. Penguasa tinggal menghitung hari menuju kejatuhannya.</p>
<p>Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 17 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">17 Mei</h2>
<p><strong>Kerugian Jiwa Tak Ternilai Harganya</strong></p>
<p>Kerugian yang dialami selama kerusuhan mencapai triliunan rupiah menurut Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita. Kerugian paling besar adalah rusaknya sistem perekonomian secara keseluruhan dari hulu ke hilir. Tetapi menurutnya, kerugian jiwa lebih tidak ternilai harganya terkait banyaknya korban tewas selama kerusuhan.</p>
<p><strong>Kehidupan Sehari-Hari Mulai Pulih</strong></p>
<p>Kehidupan sehari-hari berangsur pulih. Para pemilik toko di Semarang, yang beberapa hari terakhir menutup toko karena takut terjadi kerusuhan, mulai membuka toko mereka. Di Surabaya, yang sempat terjadi amuk massa di sejumlah tempat, kegiatan perniagaan sudah mulai pulih dan berjalan normal. Aparat masih terus berjaga-jaga di berbagai kota. Sementara itu, sejumlah spanduk yang bertuliskan “pro reformasi” mulai bertebaran di mana-mana.</p>
<p><em><em>(Media Indonesia, 18 Mei 1998)<br />
</em></em></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/reformasi-1998-hMU?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">REFORMASI 1998</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/17-mei-1998-kehidupan-sehari-hari-mulai-pulih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>16 Mei 1998: Republik Rusuh, ABRI Minta Maaf</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/16-mei-1998-republik-rusuh-abri-minta-maaf/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/16-mei-1998-republik-rusuh-abri-minta-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 07:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan mengantisipasi dan mengamankan kerusuhan 13-15 Mei membuat posisi ABRI semakin tersudut di mata banyak orang. Institusi pertahanan-keamanan ini seperti tidak berdaya menghadapi situasi chaos dan malah terkesan membiarkannya. Melihat gejala itu, lewat juru bicaranya, ABRI meminta maaf. Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 16 Mei 1998. 16 Mei Republik Rusuh, ABRI Minta Maaf Selama tiga hari [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kegagalan mengantisipasi dan mengamankan kerusuhan 13-15 Mei membuat posisi ABRI semakin tersudut di mata banyak orang. Institusi pertahanan-keamanan ini seperti tidak berdaya menghadapi situasi <em>chaos</em> dan malah terkesan membiarkannya. Melihat gejala itu, lewat juru bicaranya, ABRI meminta maaf.</p>
<p>Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 16 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">16 Mei</h2>
<p><strong>Republik Rusuh, ABRI Minta Maaf</strong></p>
<p>Selama tiga hari kerusuhan di Jakarta, korban tewas mencapai 499 orang. Polisi telah menangkap sekitar 1.000 perusuh. Sementara di daerah lain, situasinya masih memanas. Juru bicara ABRI Wahab Mokodongan mengungkapkan permintaan maaf terkait semua situasi kacau yang telah terjadi.</p>
<p><strong>Harmoko: Soeharto akan <em>Reshuffle</em> Kabinet</strong></p>
<p>Ketua MPR/DPR Harmoko mengemukakan bahwa presiden dalam waktu dekat akan merombak Kabinet Pembangunan VII. Ini dilakukan untuk membentuk kabinet yang kuat dalam memikul tugas dan tanggung jawab pembangunan.</p>
<p><em><em>(Jakarta Post dan Media Indonesia, 17 Mei 1998)</em></em></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/reformasi-1998-hMU?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">REFORMASI 1998</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id )</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/16-mei-1998-republik-rusuh-abri-minta-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 Mei 1998: Toko-Toko Dibakar, Ratusan Orang Tewas</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/15-mei-1998-toko-toko-dibakar-ratusan-orang-tewas/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/15-mei-1998-toko-toko-dibakar-ratusan-orang-tewas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Inilah puncak kerusuhan besar yang melanda berbagai kota dalam tiga hari terakhir. Di Jakarta, ratusan orang tewas terbakar di dalam pusat perbelanjaan. Sementara itu, para oposan Soeharto yang sebelumnya terpencar-pencar mulai menggabungkan kekuatan. Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 15 Mei 1998. 15 Mei Amien Rais, Gus Dur, Mega Umumkan Forum Kerja Indonesia Forum Kerja [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah puncak kerusuhan besar yang melanda berbagai kota dalam tiga hari terakhir. Di Jakarta, ratusan orang tewas terbakar di dalam pusat perbelanjaan. Sementara itu, para oposan Soeharto yang sebelumnya terpencar-pencar mulai menggabungkan kekuatan.</p>
<p>Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 15 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">15 Mei</h2>
<p><strong>Amien Rais, Gus Dur, Mega Umumkan Forum Kerja Indonesia</strong></p>
<p>Forum Kerja Indonesia (FKI) beranggotakan 40 orang dari berbagai kalangan diumumkan pembentukannya oleh Amien Rais, Gus Dur, dan Megawati Soekarnoputri. FKI dimaksudkan untuk mengurangi penderitaan rakyat yang semakin parah sekaligus dukungan kepada para mahasiswa.</p>
<p><strong><br />
Pusat Perbelanjaan Dijarah dan Dibakar, Ratusan Orang Tewas Terpanggang</strong></p>
<p>Sedikitnya 273 orang tewas terpanggang api di dua pusat perbelanjaan yang dijarah dan dibakar massa, yakni Sentra Plaza Klender Jakarta Timur dan Ciledug Plaza Tangerang, selama kerusuhan yang terjadi dua hari. Angka korban diperkirakan terus bertambah karena evakuasi belum selesai. Sementara di Slipi Plaza Jakarta Barat, 17 mayat dengan kondisi sudah menjadi arang ditemukan tergeletak.</p>
<p><i><i>(Pikiran Rakyat, 16 Mei 1998)</p>
<p></i></i></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/tragedi-mei-98-hKC?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">TRAGEDI MEI 98</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/15-mei-1998-toko-toko-dibakar-ratusan-orang-tewas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>14 Mei 1998: Ibu Kota Mencekam</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/14-mei-1998-ibu-kota-mencekam/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/14-mei-1998-ibu-kota-mencekam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kerusuhan besar meletus pada 13 Mei 1998, suasana di Jakarta amat mencekam. Esoknya, kerusuhan juga melanda kota-kota di sekitar Jakarta. Ribuan toko, swalayan, dan pusat perbelanjaan dibakar para perusuh. Di hari-hari yang nahas ini, ibu kota lumpuh total. Wibawa pemerintah jatuh sejatuh-jatuhnya. Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 14 Mei 1998. 14 Mei Jakarta [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kerusuhan besar meletus pada 13 Mei 1998, suasana di Jakarta amat mencekam. Esoknya, kerusuhan juga melanda kota-kota di sekitar Jakarta. Ribuan toko, swalayan, dan pusat perbelanjaan dibakar para perusuh. Di hari-hari yang nahas ini, ibu kota lumpuh total. Wibawa pemerintah jatuh sejatuh-jatuhnya.</p>
<p>Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 14 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">14 Mei</h2>
<p><strong>Jakarta Mencekam</strong></p>
<p>Sejak kerusuhan meletus pada Rabu (13/5/1998), suasana Jakarta masih mencekam. Kawasan pertokoan tutup di mana-mana. Dalam kerusuhan tersebut, anak-anak, remaja, pelajar, orang dewasa, dan juga ibu rumah tangga menjarah barang di toko, supermarket, dan pusat-pusat perbelanjaan. Kawasan perumahan Modernland Cipondoh Tangerang dan rumah penduduk lainnya juga tak luput disatroni perusuh dan menjarah segala isinya. Geraja Pentakosta dan HKBP di Tangerang diserang perusuh. Gereja Sion di Jakarta juga dirusak. Sejauh ini, dari puluhan ribu pengacau, aparat keamanan baru menangkap 240 perusuh dari berbagai tempat seperti Jatibaru, Tanah Abang, dan Jakarta Pusat.</p>
<p><strong>Solo dan Palembang Memanas</strong></p>
<p>Solo dan Palembang juga dilanda kerusuhan disertai perusakan yang sama seperti di Jakarta. Di Solo, amuk massa terjadi sepanjang siang hingga petang, membuat kota Solo rusak parah. Sedikitnya 16 bangunan besar seperti pertokoan, <i>show room</i> mobil, hotel berbintang, dan rumah makan dibumihanguskan. Beberapa kendaraan dibakar, begitu pula kantor-kantor pemerintahan dan swasta. Di Palembang, aksi pelemparan ke pertokoan berlangsung dua hari. Di daerah lain, sejumlah aksi masih relatif damai, sebagian besar diisi aksi keprihatinan para mahasiswa.</p>
<p><i><i>(Media Indonesia dan Pikiran Rakyat, 15 Mei 1998)</i></i></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/tragedi-mei-98-hKC?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">TRAGEDI MEI 98</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id )</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/14-mei-1998-ibu-kota-mencekam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Mei 1998: Kerusuhan Membakar Republik</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/13-mei-1998-kerusuhan-membakar-republik/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/13-mei-1998-kerusuhan-membakar-republik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Aksi solidaritas dan keprihatinan terhadap gugurnya empat mahasiswa Universitas Trisakti dilangsungkan di beberapa daerah. Bersamaan dengan itu, Jakarta dan beberapa kota lain mulai diamuk kerusuhan dan penjarahan. Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 13 Mei 1998. 13 Mei Mahasiswa Duduki DPRD Jateng Gedung DPRD Jawa Tengah berhasil diduduki ribuan mahasiswa yang melangsungkan aksi keprihatinan. Mereka [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Aksi solidaritas dan keprihatinan terhadap gugurnya empat mahasiswa Universitas Trisakti dilangsungkan di beberapa daerah. Bersamaan dengan itu, Jakarta dan beberapa kota lain mulai diamuk kerusuhan dan penjarahan.</p>
<p>Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 13 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">13 Mei</h2>
<p><strong>Mahasiswa Duduki DPRD Jateng</strong></p>
<p>Gedung DPRD Jawa Tengah berhasil diduduki ribuan mahasiswa yang melangsungkan aksi keprihatinan. Mereka mengajak para wakil rakyat untuk ikut bergabung. Permintaan itu sempat dituruti Ketua FKP M. Hasby dan Ketua FPP Thoyfoer. Sebelum menyerbu DPRD, mahasiswa melakukan aksi di halaman Universitas Diponegoro.</p>
<p><strong>Aksi Perusakan Terjadi di Bandung</strong></p>
<p>Di Bandung, massa mengamuk di Jalan A. Yani dan Kiaracondong. Mereka merusak puluhan toko dan menjungkirkan belasan pot bunga di sepanjang jalan. Sejumlah toko yang bertuliskan “milik pribumi” dan yang menyelempangkan sajadah tidak luput dari amuk. Massa semula ingin menonton aksi unjuk rasa mahasiswa di kampus STT Tekstil yang juga menyampaikan keprihatinan atas tewasnya empat mahasiswa Trisakti. Jumlah massa semakin banyak hingga meluber dan mulai ada yang melakukan perusakan hingga akhirnya membesar.</p>
<p><i><i>(Pikiran Rakyat, 14 Mei 1998)</i></i></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/tragedi-mei-98-hKC?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">TRAGEDI MEI 98</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/13-mei-1998-kerusuhan-membakar-republik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>12 Mei 1998: Empat Mahasiswa Trisakti Ditembak Aparat</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/12-mei-1998-empat-mahasiswa-trisakti-ditembak-aparat/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/12-mei-1998-empat-mahasiswa-trisakti-ditembak-aparat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Tiap revolusi mencari martirnya sendiri. Demikianlah yang terjadi pada 12 Mei 1998: empat mahasiswa harus mati kena tembak aparat. Setelah itu, rezim tinggal menghitung hari keruntuhannya. Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 12 Mei 1998. 12 Mei Empat Mahasiswa Trisakti Tewas Ditembak Aparat Empat mahasiswa Universitas Trisaksti meninggal dunia setelah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tiap revolusi mencari martirnya sendiri. Demikianlah yang terjadi pada 12 Mei 1998: empat mahasiswa harus mati kena tembak aparat. Setelah itu, rezim tinggal menghitung hari keruntuhannya.<br />
<strong><br />
</strong>Berikut peristiwa kunci yang terjadi pada 12 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">12 Mei</h2>
<p><strong>Empat Mahasiswa Trisakti Tewas Ditembak Aparat</strong></p>
<p>Empat mahasiswa Universitas Trisaksti meninggal dunia setelah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan ketika terjadi aksi unjuk rasa menuntut reformasi. Puluhan lainnya terluka terkena pukulan dan peluru. Sebagian harus dirawat di rumah sakit. Aksi mahasiswa Trisakti dan Gunadarma diikuti sekitar 10 ribu orang dan mulanya berlangsung damai. Sebagian mahasiswa membujuk aparat untuk mengizinkan pergi ke Gedung DPR namun ditolak.</p>
<p><strong>Pemerintah Tak Keberatan dengan Rencana Amien Rais</strong></p>
<p>Mendagri R. Hartono mengatakan bahwa pemerintah tidak keberatan terhadap rencana Amien Rais membentuk Majelis Kepemimpinan Rakyat (MKR) sejauh aktivitasnya tidak bertentangan dengan konstitusi. UUD 1945 menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul.</p>
<p><i><i>(Pikiran Rakyat dan Republika, 13 Mei 1998)</i></i></p>
<div>
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/tragedi-mei-98-hKC?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">TRAGEDI MEI 98</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit">(tirto.id)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/12-mei-1998-empat-mahasiswa-trisakti-ditembak-aparat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 Mei 1998: IMF Bantah Jadi Biang Keladi Krisis</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/11-mei-1998-imf-bantah-jadi-biang-keladi-krisis/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/11-mei-1998-imf-bantah-jadi-biang-keladi-krisis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari ke-11 bulan Mei, Amien Rais mulai terang-terangan ingin membentuk sebuah kelompok untuk menyuarakan reformasi. Sementara itu, di tengah gejolak krisis ekonomi, banyak tudingan mengarah kepada IMF bahwa lembaga ini memberi resep penyelesaian krisis yang salah dan memicu berbagai kerusuhan. IMF tentu saja membantah tudingan itu. Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 11 Mei [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari ke-11 bulan Mei, Amien Rais mulai terang-terangan ingin membentuk sebuah kelompok untuk menyuarakan reformasi. Sementara itu, di tengah gejolak krisis ekonomi, banyak tudingan mengarah kepada IMF bahwa lembaga ini memberi resep penyelesaian krisis yang salah dan memicu berbagai kerusuhan. IMF tentu saja membantah tudingan itu.</p>
<p>Berikut peristiwa penting yang terjadi pada 11 Mei 1998.</p>
<h2 class="paragrap-title">11 Mei</h2>
<p><strong>IMF Bantah Jadi Biang Keladi</strong></p>
<p>IMF membantah tuduhan bahwa program reformasi yang dirancang IMF memicu kerusuhan di sejumlah kota di Indonesia. Direktur Eksekutif IMF Michel Camdessus menganalogikan IMF sebagai dokter dan tidak sepatutnya disalahkan apabila seseorang menderita penyakit. “Pemerintah Indonesialah yang perlu disalahkan atas kesalahan di masa lalu,” ujar Camdessus.</p>
<p><strong>Amien Rais: Majelis Kepemimpinan Rakyat Dibentuk Akhir Mei</strong></p>
<p>Amien Rais mengumumkan Majelis Kepemimpinan Rakyat, yang terdiri dari 30 hingga 40 tokoh masyarakat dari berbagai elemen, bakal terbentuk pada akhir Mei 1998 guna menuntut reformasi. Ia juga menyerukan kepada ABRI untuk tidak melakukan cara-cara kekerasan terhadap para mahasiswa yang berunjuk rasa.</p>
<p><i><i>(Media Indonesia dan Pikiran Rakyat, 12 Mei 1998)</i></i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/11-mei-1998-imf-bantah-jadi-biang-keladi-krisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Mei 1998: Negosiasi Utang RI Berakhir tanpa Hasil</title>
		<link>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/10-mei-1998-negosiasi-utang-ri-berakhir-tanpa-hasil/</link>
		<comments>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/10-mei-1998-negosiasi-utang-ri-berakhir-tanpa-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 06:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikohi.org/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Krisis ekonomi semakin berat dan suram. Tim negosiasi utang tak berhasil memperoleh penundaan pembayaran utang dari para kreditor. 10 Mei Negosiasi Utang RI Berakhir tanpa Hasil Tim negosiasi utang Indonesia kembali ke Jakarta tanpa komitmen perpanjangan masa pembayaran pinjaman, setelah bertemu dengan perwakilan kreditor selama tiga hari di Tokyo. Mereka menunda pembicaraan untuk diteruskan pada [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Krisis ekonomi semakin berat dan suram. Tim negosiasi utang tak berhasil memperoleh penundaan pembayaran utang dari para kreditor.</p>
<h2 class="paragrap-title" style="text-align: justify;">10 Mei</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>Negosiasi Utang RI Berakhir tanpa Hasil</strong></p>
<p>Tim negosiasi utang Indonesia kembali ke Jakarta tanpa komitmen perpanjangan masa pembayaran pinjaman, setelah bertemu dengan perwakilan kreditor selama tiga hari di Tokyo. Mereka menunda pembicaraan untuk diteruskan pada pertemuan di Frankfurt, 16 Mei. “Kami tidak memutuskan apa-apa,” ujar seorang bankir Jepang yang menjadi perwakilan kreditor. Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita yang memimpin tim itu meminta semua bank di Indonesia dapat mempertahankan <i>exposure</i> perdagangan sebagai antisipasi kegagalan perpanjangan bayar utang.</p>
<p><i><i><i>(Media Indonesia, 12 Mei 1998)</i></i></i></p>
<div style="text-align: justify;">
<div>Baca juga artikel terkait <a href="https://tirto.id/q/reformasi-1998-hMU?utm_source=internal&amp;utm_medium=lowkeyword">REFORMASI 1998</a> atau tulisan menarik lainnya <a href="https://tirto.id/author/ivanauliaahsan?utm_source=internal&amp;utm_medium=topauthor">Ivan Aulia Ahsan</a></div>
</div>
<div>
<div class="credit" style="text-align: justify;">(tirto.id)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikohi.org/index.php/2018/05/17/10-mei-1998-negosiasi-utang-ri-berakhir-tanpa-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
